Cara Bercocok Tanam Padi Menghasilkan 13 ton per Ha

Cara menanam padi terbukti menghasilkan 13 ton/ha. Sebelum kita membahas cara Bercocok Tanam padi, perlu diketahui fase-fase pada tanaman padi, tanaman padi memiliki tiga fase pertumbuhan yaitu fase vegetatif, fase generatif dan fase pematangan.

Kebutuhan air, unsur hara dan hormon pada ketiga fase tersebut berbeda yaitu fase pembentukan akar, pembentukan anakan aktif, anakan maksimal, inisiasi pembentukan malai, fase kebuntingan dan fase pembungaan.

Bercocok Tanam

Untuk memaksimalkan hasil padi, ada beberapa faktor yang harus dimaksimalkan, antara lain:

  • Media tanah harus gembur, subur dan bebas dari patogen tanah.
  • Pasti banyak petani padi yang produktif.
  • Jumlah rumpun per hektarnya besar.
  • Minimalkan kernel kosong dan maksimalkan kernel terisi.
  • Jumlah per 1000 butir beras lebih berat.
  • Cara menanam padi dengan baik dan benar

Agar beberapa faktor di atas dapat tercapai dan agar hasil Bercocok Tanam padi dapat menghasilkan hingga 13 ton/ha, maka pelajari dan ikuti cara menanam padi yang telah terbukti berikut ini:

  1. Persiapan tanah
  2. Pemilihan bibit padi unggul
  3. pembibitan
  4. Tahap
  5. menanam padi
  6. Cara pemupukan padi
  7. Perlindungan tanaman terhadap hama dan penyakit
  8. Berikut ialahhama dan penyakit yang menyerang padi
  9. Bekicot
  10. pengerek padi
  11. hama penggerek batang Hama Wereng
  12. walang sangit, tikus, burung, dll.
  13. Penyakit Hawar Daun Padi
  14. Bakteri
  15. Busuk
  16. Daun
  17. Bercak Tanah

Cara Bercocok Tanam Padi Mulai Tanam

Cara Menanam Padi Mulai Tanam Pada sawah tanah menjadikan media yang disukai tanaman padi muda (bibit padi) yaitu tekstur tanah gembur dan bahan organik tanah tinggi bebas koloni jamur dan bakteri patogen.

Untuk menjaga agar tanah tetap gembur dan memiliki bahan organik yang tinggi dapat dikerjakan dengan bajak/traktor. Kemudian aplikasikan Black BOS pada kondisi tanah basah sebelum tanam padi.

Karena Black BOS mengandung bakteri Micrococcus roseus yang berperan aktif dalam menggemburkan dan menyuburkan tanah yang keras, serta tiga bakteri lainnya (yaitu: Bacillus subtilis, Pseudomonas stutzeri dan Pseudomonas alcaligenes), yang berperan dalam pelepasan enzim dan menghilangkan antibiotik Koloni jamur dan bakteri patogen di dalam tanah.

Nah berikut ini Bercocok Tanam padi yang penting Untuk Diperhatikan

  • Pemilihan Bibit Padi Unggul

Rendam benih padi agar benih tumbuh optimal.Tahap

selanjutnya saat menanam padi adalah pemilihan benih padi unggul. Pilihlah benih padi unggul yang baik karena benih padi unggul menentukan hasil produksi yang maksimal. Oleh karena itu, harus cermat dan teliti dalam memilih benih padi unggul untuk mendapatkan hasil yang tinggi.

Beberapa hal yang harus dilakukan saat memilih bibit padi unggul adalah:

  • Pilih bibit padi unggul yang harus bersertifikat resmi dari instansi atau perusahaan pemerintah.
    Hal ini menunjukkan bahwa benih padi dapat dijadikan sasaran viabilitas tanamannya, seperti dormansi dan vigor pertumbuhannya.
  • Pastikan bibit tidak kadaluwarsa dan memiliki daya tumbuh lebih dari 90%.
  • Biji padi utuh/utuh, bersih dan bebas hama (kutu/kumbang gabah).
  • Tingkat kemurnian benih mencapai hingga 98%.
  • Memiliki potensi hasil yang tinggi.
  • Bibit padi tahan penyakit.

Setelah memilih bibit padi yang baik, rendam bibit dengan pupuk organik cair minimal 12 jam. Pekan benih padi unggul bertujuan untuk mematahkan masa dormansi benih dan menyeleksi benih yang baik, agar benih dapat tumbuh dengan cepat, seragam dan sehat serta tanaman mendapat perlindungan dari penyakit sejak dini terutama pada masa pertumbuhan. fase pembibitan.

Karena pupuk organik cair mengandung bakteri yang dapat menghasilkan berbagai antibiotik untuk menekan infeksi penyakit pada benih.

  • Tempat tidur benih padi

Setelah proses perendaman padi selesai, lakukan proses pembibitan padi unggul. Agar bibit padi tumbuh sehat, taburkan pupuk pada persemaian lalu semprot dengan Black Bos.

Penggunaan Swart Bos di lahan dimaksudkan agar penyakit, residu bahan kimia dan logam berat yang mengendap di dalam tanah dapat terurai dan dihilangkan oleh bakteri yang terdapat pada Swart Bos.

Kemudian sebar bibit padi unggul tersebut di persemaian. Selain itu, lahan diairi terus menerus setinggi sekitar 1 cm. Setelah benih padi tumbuh, Anda dapat menambahkan pupuk kimia setiap 7 hari sekali dan menyemprotkan pupuk organik cair spesialis makanan untuk memaksimalkan pertumbuhan padi.

Jenis dan dosis pupuk kimia dapat di sesuaikan dengan kondisi negara, karena hanya sebagai acuan dan bersifat fleksibel. Artinya, jenis, dosis pupuk dan hasil panen di setiap lokasi berbeda (tidak sama) karena di pengaruhi kondisi tanah, pengairan dan iklim (cuaca) setempat.

  • Tahapan cara menanam padi

cara menanam padi dengan kedalaman 1-2 cm

Saat Bercocok Tanam benih padi jangan terlalu dalam, cukup kedalaman 1-2 cm saja. Hal ini penting di lakukan agar jumlah operasi produktif tanaman padi meningkat. Penanaman benih padi yang terlalu dalam akan membuat sawah sulit terbentuk.

Bakteri Pseudomonas alcaligenes yang terkandung dalam Black Bos akan bekerja memaksimalkan pertumbuhan akar dan meningkatkan penyerapan unsur hara makro dan mikro bagi tanaman. Sehingga meskipun benih padi di tanam tidak cukup dalam, namun akar tanaman padi dapat masuk jauh ke dalam tanah, sehingga pertumbuhan padi maksimal.

  • Proses penyiangan padi dari gulma liar

Agar penyerapan unsur hara dapat terserap dengan sempurna oleh tanaman padi, maka salah satu upaya yang di lakukan adalah dengan mengurangi tingkat persaingan gulma.

Oleh karena itu dulur-dulur harus melakukan proses penyiangan minimal 2 kali dalam satu musim yaitu pada umur 21 HST dan 42 HST.

  • memupuk padi

Proses pemupukan Padi Tanaman padi

membutuhkan nutrisi yang cukup sesuai dengan tingkat fase pertumbuhannya. Oleh karena itu, sesepuh hendaknya menyediakan pupuk makro sesuai dengan kebutuhan padi.

Pada fase vegetatif, berikan pupuk yang mengandung unsur nitrogen tinggi selain unsur fosfor dan kalium. Selain itu, pada fase generatif diberikan pupuk dengan unsur fosfor dan kalium tinggi.

Selain pupuk makro, di gunakan juga pupuk mikro, karena meskipun kebutuhan unsur mikro kecil, namun jika padi kekurangan unsur tersebut maka hasil panen tidak akan optimal. Jadi setiap 10 hari sekali aplikasikan spesialis pupuk organik cair untuk tanaman pangan yang juga mengandung unsur mikro lengkap.

  • Perlindungan tanaman padi terhadap hama dan penyakit

Slogan “Mencegah merupakan Lebih Baik Daripada Mengobati” juga berlaku pada proses budidaya padi. Aplikasi Black Bos selama budidaya dan penyemprotan pupuk organik cair secara teratur akan mencegah munculnya hama dan penyakit, sehingga mengurangi biaya pestisida dan mencegah padi menyebabkan gagal panen.

Berikut Hama dan Penyakit yang Menyerang Padi Tanaman padi

mudah terserang hama dan penyakit jika tidak di antisipasi sejak awal. Oleh karena itu, para manula seringkali harus melakukan observasi rutin agar dapat di kenali sejak awal. Berikut beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman padi

  1. beras
  2. silsilah

Hama penggerek batang atau di kenal juga dengan sundep biasanya menyerang pada fase vegetatif, yang ditandai pada bagian tengah daun atau pucuk tanaman yang mati, karena ulat penggerek batang memakan titik tumbuh

Wereng hijau, wereng putih dan wereng coklat menyerang padi dengan cara menghisap cairan pada tangkai kemudian menularkan virus ke tanaman sehingga mengakibatkan padi kering seperti gosong atau pertumbuhan terhambat.Hama yang menyerang tanaman padi selanjutnya adalah hama keong mas, kutu busuk, tikus, burung, dll.

Serangan hama-hama tersebut di atas dapat dicegah dengan pemberian Black Bos dan pupuk organik cair khusus tanaman pangan secara rutin dan sesuai anjuran. Karena penggunaannya dapat membuat dinding sel tanaman menjadi lebih tebal dan bakteri yang dikandungnya menghasilkan antibiotik sehingga hama tidak mau menyerang.

Penyakit Padi

Berikut merupakan beberapa penyakit yang sering menyerang tanaman padi.

  • Mekar bakteri

Penyakit ini di sebabkan oleh bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae yang dapat menurunkan hasil panen secara signifikan. Penyakit ini menyerang pada musim hujan atau musim kemarau basah, terutama pada lahan sawah yang selalu tergenang air dan penggunaan pupuk N yang berlebihan.

Daun yang terserang berwarna abu-abu kehijauan, rontok dan keriting, layu dan akhirnya mati, seperti tanaman yang terserang penggerek batang.

merupakan penyakit yang menyerang tanaman di tajuk dan menyebabkan tanaman mudah rontok.

Gejala yang terjadi adalah bercak hitam berbentuk tidak beraturan pada bagian luar pelepah daun dan lama kelamaan ukurannya membesar. Selain itu jamur akan menembus batang padi yang kemudian akan menjadi lemah dan akhirnya batang tersebut akan mati. Akibatnya, tanaman itu akhirnya roboh.

Penyebab

penyakit bercak daun adalah cendawan Helmintosporium oryzae. Serang tanaman padi dari biji yang baru berkecambah, malai, pelepah daun dan buah yang baru tumbuh. Gejalanya adalah benih padi busuk saat berkecambah kemudian mati, tanaman padi dewasa busuk dan kering, dan benih berbintik-bintik, tetapi masih berisi.

Pencegahan penyakit bercak daun adalah dengan menutup benih dengan pupuk organik cair.

Cara mengatasi penyakit bercak daun adalah dengan mengeringkan tanaman kemudian menggemburkan tanah sebelum di siram kembali. Selain itu, tunggul padi harus dihancurkan dengan bos hitam setelah panen, agar tidak membusuk di tanah, tetapi dapat di fermentasi sempurna menjadi kompos.

Cara pencegahan penyakit di atas dapat dilakukan dengan menggunakan Black Bos sebulan sekali dan pupuk organik cair 1 minggu sekali karena bakteri mampu menghasilkan antibiotik untuk mengendalikan penyakit dan fitohormon yang berguna untuk pelepasan beras untuk merangsang padi dan memaksimalkan pengisian. .

Sehingga jika tanaman padi tumbuh sehat, rimpang sangat produktif, unsur hara makro dan mikro cukup, gabah utuh dari pucuk sampai pangkal polong, hasil panen akan meningkat bahkan panen padi 13 ton tercapai.Begitulah cara Bercocok Tanam padi yang terbukti meningkatkan hasil hingga 13 ton/ha.